Pages

Tampilkan postingan dengan label artikel bebas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel bebas. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Januari 2012

BAHAYA MAKANAN JAJANAN


BAHAYA MAKANAN JAJANAN DI SEKITAR KITA
 
Bukan kali pertama kalau diberitakan jajanan anak sekolah (dan orang dewasa) tidak menyehatkan. Bahaya makanan jajanan sekolah dan makanan umum lainnya bisa muncul untuk jangka pendek, bisa juga pada jangka panjang. Jangka pendek, terjadi keracunan makanan sebab tercemar mikroorganisme, parasit, atau bahan racun kimiawi (pestisida). Muntah dan diare sehabis mengonsumsi jajanan paling sering ditemukan. Bahaya jangka panjang jajanan yang tidak menyehatkan apabila bahan tambahan dalam makanan-minuman bersifat pemantik kanker, selain kemungkinan gangguan kesehatan lainnya.
Kita menyaksikan hampir semua kalangan di Indonesia, baik anak sekolah, orang kantoran di kota besar, apalagi yang di pedesaan, rata-rata sudah tercemar oleh beragam bahan kimiawi berbahaya dalam makanan, kudapan, atau penganan jajanan mereka.

Mengandung Zat Warna Tekstil
            Sebagai contoh adalah saus tomat. Tidak sedikit saus tomat yang beredar terbuat dari ubi, cuka, dan zat warna tekstil (rhodomin-B). Zat warna tekstil inilah yang diperkirakan berpotensi menimbulkan keluhan tersebut. Tidak hanya sekadar pusing belaka yang ditakutkan, melainkan juga bahaya jangka panjangnya. Zat warna tekstil jenis itu bersifat pemantik munculnya kanker bila dikonsumsi rutin untuk waktu yang sama. Kita menyaksikan yang ada di meja makan warung nasi, penjual bakmi bakso, dan kantin sekolah, kemungkinan besar jenis saus tomat semacam itu. Kalau tidak, kenapa harganya bisa rendah sekali? Kecurigaan harus muncul bila ada saus tomat semurah itu.
Bukan cuma dalam saut tomat, zat warna tekstil rhodomin-B juga konon pernah ditemukan dalam lipstik dan pemerah pipi, selain bahan pewarna panganan dan jajanan, termasuk mungkin dalam sirup murah.
Dalam sebuah reportase sebuah stasiun TV swasta menyiarkan tayangan pembuatan sirup yang dijajakan di sekolah tersebut kurang higienis, memakai air mentah (belum dimasak) dan zat warna buatan yang diduga rhodomin-B juga. Sirup dan limun murah di jajanan sekolah ini yang membuat kita prihatin. Generasi anak sekolah (pinggiran, dari ekonomi kurang mampu) kita tengah memanggul risiko terkena kanker saat dewasa, selain bahaya infeksi perut dadakan.
 
Bahaya Cacing
          Melihat kondisi seperti ini, semakin murah-meriah suatu jajanan, boleh disimpulkan semakin besar berisiko membahayakan kesehatan. Bahaya jangka panjang yang lain juga muncul bila jajanan sampai tercemar cacing. Kebanyakan sayur mayur mentah (pernah diselidiki) di supermarket mengandung telur cacing perut karena konon sebelum dibawa ke kota, dibersihkan memakai air selokan di gunung. Air selokan umumnya sudah tercemar tinja berpenyakit (penderita penyakit cacing perut).
Telur cacing juga dapat pula dibawa oleh jemari penjaja makanan (gado-gado, rujak, buah dingin, karedok, ketoprak) bila penjaja makanan (food handle) mengidap penyakit cacing. Sehabis penjaja makanan buang air besar dan tidak membasuh tangan dulu tetapi langsung menyajikan makanan, telur cacing di kuku jemarinya akan mencemari makanan jajanannya. Di sela-sela kuku jemari tangan telur cacing mengendon dan pindah ke makanan jajanan. Cacing kremi, cacing tambang, cacing gelang, cacing cambuk, jenis-jenis cacing yang lazim ditularkan dari makanan jajanan.
Sering pengidap cacing tidak merasakan keluhan apa-apa, termasuk orang gedongan dan pekerja kantoran. Biasanya baru kedapatan cacingan kalau iseng melakukan pemeriksaan laboratorium tinja. Tahu-tahu ada telur cacingnya. Pada anak sekolah, cacingan bisa berakibat kekurangan darah (anemia). Baru-baru ini diberitakan bahwa lebih separuh anak sekolah dasar (sampel sebuah yayasan LSM) menderita anemia. Besar kemungkinan, selain sanitasi yang buruk, penyebabnya bersumber dari jajanan harian yang tercemar cacing perut.
 
Gula bibit
          Selain pewarna, jajanan kaki lima yang memang buat kantong ekonomi lemah, dengan harga yang lebih terjangkau, tak mungkin sepenuhnya menggunakan gula asli (gula pasir maupun gula merah), melainkan memilih gula bibit.
Kita tahu gula bibit tidak semuanya aman bagi kesehatan. Sebut saja gula sakarin dan aspartam, yang jauh lebih murah dibanding gula asli. Bisa dipastikan jenis gula bibit murah begini, yang sudah dilarang digunakan, masih saja dipakai oleh rata-rata pembuat makanan dan minuman rumahan. Limun, sirup, saus dan kecap murah, hampir pasti mencamprukan gula bibit, kalau bukan seluruhnya bahan kimiawi berbahaya ini. Pemanis buatan lain tentu ada yang lebih aman, dari daun stevia, misalnya.
Namun, karena harganya tidak terjangkau untuk membuat kudapan murah, pedagang memilih gula buatan yang lebih murah.Belakangan pemanis buatan aspartam juga gencar dilarang, lantaran efek buruknya, antara lain diduga terhadap otak. Namun, masih banyak jajanan dan penganan, selain industri makanan yang menggunakan aspartam.
 
Penyedap
            Perhatikan bagaimana tukang bakso pinggir jalan menambahkan bumbu penyedap (sodium gluamic). Dahulu, untuk menuangkan bumbu penyedap (disebut mecin, vetsin) memakai sendok khusus terbuar dari kayu dengan penampang seujung kelingking. Maksudnya paling banyak disedok pun, takarannya hanya seujung kelingking itu. Tidak demikian hal sekarang, rata-rata dituang langsung dari kantong plastik kemasan atau memakai sendok makan. Semakin banyak penyedap dituangkan, semakin gurih rasa barang jualannya.Dari kacamata ekonomi, akan lebih menguntungkan bila menuangkan lebih banyak penyedap karena menambah lezat cita rasa jajanan.
Air putih (bukan kaldu) yang dibubuhi penyedap banyak-banyak dengan cara murah dan mudah menjadi sangat menyerupai kuah kaldu yang harus tinggi modalnya. Apa bahaya mengkonsumsi penyedap banyak-banyak? Ya, bila dikonsumsi rutin untuk jangka waktu lama, penyedap buruk efeknya terhadap susunan saraf pusat, selain efek alergi bagi yang tidak tahan (post resntaurant syndrome), juga pusing-pusing sehabis makan di restoran (akibat penyedap).
Bagi mereka yang ingin aman, selain minta tidak pakai penyedap bila memeasan makanan restoran, masakan di rumah sendiri sama sekali bebas penyedap buatan. Rasa gurih sehatnya cukup hanya mengandalkan bahan alami, seperti rasa kaldu ayam, sapi atau ikan belaka. tanpa perlu menambahkan bumbu penyedap buatan.
 
Formalin
          Kita juga mengenal bahan formalin. Selain digunakan buat pengawet mayat agar tidak lekas membusuk, formalin juga masuk ke indsutri makanan (rumahan). Bukan baru sekarang kita mendengar atau mungkin membaca kalau formalin juga masuk industri pembuatan tahu.
Agar awet tidak lekas rusak (basi), industri tahu (murah) juga memanfaatkan formalin, agar tidak sampai merugi. Tahu yang berformalin dijajakan di mana-mana. Padahal, formalin juga tidak menyehatkan. Masalahnya, bagaimana mengontrol begitu banyak dan luasnya industri rumahan tahu di Indonesia? Formalin juga dimanfaatkan untuk proses pembuatan ikan asin. Penjualan ikan asin di suatu daerah, baru-baru ini diberitakan menurun akibat kedapatan pembuatannya memakai formalin agar lebih awet.
Selain formalin kita juga membaca atau mendengar pembuatan bakso mencampurkan bahan kimiawi boraks juga, selain beberapa jenis bahan kimiawi yang sudah terbukti membahayakan kesehatan, masih lolos tak terkontrol. Betapa longgarnya kendali terhadap pemakaian bahan-bahan berbahaya karena memang tidak mudah rentang kendali untuk ribuan industri makanan dan minuman rumahan, termasuk jamu rumahan.
 
Minyak goreng bekas
          Disinyalir, kebanyakan jajanan gorengan pinggir jalan juga menggunakan minyak goreng bekas, kalau minyak goreng yang sudah dioploas dengan minyak lain yang lebih murah. Minyak goreng oplosan ini yang diduga membahayakan kesehatan. Kita sudah tahu kalau minyak goreng bekas (jelantah) bersifat karsinogenik juga. Restoran ayam goreng yang tidak memakai lagi minyak goreng habis pakainya, menjualnya ke penjual gorengan pinggir jalan.
Kalau dikonsumsi rutin untuk jangka waktu lama, tentu sama tidak sehatnya dengan bahan karsinogenik lainnya. Termasuk jika kita melakukannya juga di rumah sendiri.

Minggu, 11 Desember 2011

Kanker serviks

Kanker serviks

Kanker serviks juga biasa dikenal dengan kanker leher rahim. Serviks terletak pada bagian posisi terendah dari rahim wanita.Sebagian besar rahim terletak di panggul, tapi bagian dari serviks terletak di vagina, di mana ia menghubungkan rahim dengan vagina.

Kanker serviks terjadi ketika sel-sel dari perubahan leher rahim dengan cara yang mengarah pada pertumbuhan secara tidak normal dan invasi jaringan lain atau organ-organ tubuh. Seperti semua kanker pada umumnya, kanker leher rahim jauh lebih mungkin untuk disembuhkan jika dideteksi dini dan segera diobati.

Seperti di banyak kanker, anda mungkin tidak memiliki tanda-tanda atau gejala kanker serviks setelah akhirnya berkembang sampai ke tahap berbahaya.
 


Penyebab Kanker Serviks

Human papilloma virus atau HPV adalah penyebab utama kanker serviks. Ada berbagai jenis HPV. Tetapi ada jenis lain HPV yang dianggap 'berisiko tinggi' untuk kanker leher rahim. HPV diturunkan dari orang ke orang lain melalui kontak seksual.

Wanita yang terkena kanker serviks telah mengalami infeksi sebelumnya oleh virus HPV. Jenis HPV risiko tinggi dapat menyebabkan perubahan dalam sel-sel yang menutupi leher rahim yang membuat mereka lebih mungkin untuk menjadi kanker pada waktunya. Tapi kebanyakan wanita yang terinfeksi dengan virus ini TIDAK terkena kanker serviks. Jadi faktor-faktor lain juga harus diperlukan.Lain risiko

Wanita yang merokok lebih mungkin untuk mendapatkan kanker leher rahim dibandingkan mereka yang tidak. Minum pil dapat meningkatkan risiko seorang wanita dari kanker serviks. Tidak jelas mengapa hal ini. Perempuan dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah juga lebih mungkin untuk mendapatkan kanker leher rahim, seperti juga mereka yang telah memiliki anak dalam jumlah yang banyak.

Ciri-ciri kanker serviks

Pada tahap awal, tanda tanda kanker serviks jarang ada gejala nyata. Menjalani Pap smear secara teratur dapat mendeteksi perubahan awal serviks abnormal yang dapat menyebabkan kanker serviks jika dibiarkan tidak diobati. Pap smear rutin merupakan kunci untuk deteksi dini perubahan serviks dini dan kanker serviks.

[Tes Pap smear adalah tes skrining untuk memeriksa perubahan sel-sel leher rahim Anda yang mungkin berkembang menjadi kanker nanti. Ini adalah prosedur yang cukup sederhana dimana sampel sel-sel yang dikumpulkan dari leher rahim Anda dan dikirim ke laboratorium untuk analisis. Tes ini memakan waktu hanya beberapa menit dan dapat dilakukan oleh perawat atau dokter.]

Saat kanker serviks berlangsung, gejala-gejala mulai untuk bermunculan. Tanda dan ciri ciri kanker serviks / kanker rahim antara lain:
  • Perdarahan vagina abnormal, termasuk perdarahan pasca-coital
  • Rasa sakit saat hubungan seksual
  • Sakit di bagian panggul
  • Vagina terasa nyeri/berat.
    Terasa seperti adanya volume cairan vagina yang meningkat. Ini bisa jadi juga merupakan gejala kanker serviks. Cairan bisa jadi berbau busuk, berair, tebal, atau mengandung lendir. Kondisi ini bervariasi pada setiap wanita. Sangat penting untuk melaporkan setiap gejala keputihan yang tidak normal ke dokter Anda.
  • Nyeri saat buang air kecil.
    Sakit kandung kemih atau sakit saat buang air kecil bisa menjadi gejala kanker serviks stadium lanjut. Gejala kanker rahim biasanya terjadi ketika kanker telah menyebar ke kandung kemih.
Untuk tahap pencegahan dan cara mencegahnya.
  • Lakukan Tes Pap smear secara teratur. Pap smear dapat menjadi pertahanan terbesar untuk kanker serviks. Pap smear dapat mendeteksi perubahan leher rahim secara dini sebelum mereka berubah menjadi kanker. Konsultasi dengan dokter anda berapa kali sebaiknya anda melakukan tes pap smear.
  • Batasi jumlah pasangan seksual yang Anda miliki. Studi menunjukkan wanita yang memiliki banyak pasangan seksual meningkatkan resiko mereka untuk terserang kanker serviks. Akrivitas ini juga meningkatkan resiko mereka terserang virus HPV.
  • Berhenti merokok atau (menghindari asap rokok sebisa mungkin). Merokok meningkatkan resiko terkena kanker, termasuk kanker serviks. Aktivitas Merokok dikombinasikan dengan infeksi HPV sebenarnya dapat mempercepat displasia serviks. Langkah terbaik adalah untuk membuang kebiasaan ini.
  • Jika anda aktif secara seksual, setidaknya gunakan kondom. Berhubungan seks tanpa kondom menempatkan Anda pada risiko untuk HIV dan PMS lain yang dapat meningkatkan faktor risiko untuk mengembangkan kanker serviks.
  • Dapatkan vaksin HPV. Jika Anda berada di bawah 27, Anda mungkin berhak untuk menerima vaksin HPV, yang mencegah HPV berisiko tinggi pada wanita. Vaksin HPV, Gardasil, telah disetujui oleh FDA (Food and Drugs Administration) untuk diberikan kepada gadis-gadis muda umur 9. Vaksin ini paling efektif jika diberikan kepada perempuan muda sebelum mereka menjadi aktif secara seksual